26 September 2017
17 September 2016
20 Juli 2016
29 Juni 2016
PRAKARYA K13 PYK 2016
PRAKARYA K13 PYK 2016
Pelatihan K13 terus dilakukan pemerintah menuju kesempurnaan cita-cita pendidikan nasional begitu juga dengan provinsi dan mengerucut kekabupaten kota, kesempatan ini juga yang di ikuti oleh lebih kurang 187 peserta pelatihan k13 tingkat SMP di payahkumbuh dengan tuan Rumah SMP N 8 Payakumbuh dilaksanakan pada saat bulan ramadhan dari tanggal 21, Juni s/d 26 Juni 2016 kegiatan yang berlangsung enam hari ini di ikuti dengan antusias yang cukup baik dari peserta, seperti peserta kelas PRAKARYA yang penuh dengan pengamatan pendidikan terkini beberapa peserta menyampaikan jeritan sebagai seorang guru melihat generasi anak bangsa yang kian hari kian memprihatinkan dari merosotnya sikap dan akhlak anak seperti yang disampaikan oleh Guru SMP N 4 Jaho X Koto "pak Narudin" atau yang akrab disapa "Ayah"
beliau memaparkan kisah seorang guru yang mempersilahkan anak menghafal surat pendek namun malah anaknya berceloteh Ibu Hafal nggak? dan banyak fenomena lagi yang terjadi
oleh karena itu dengan adanya usaha memperbaiki sistem pendidikan bangsa ini besar harapan untuk mengubah sikap akhlak anak bangsa kita Amin.
sekilas untuk Revisi K13
- Nama kurikulum tidak berubah menjadi kurikulum nasional tapi tetap Kurikulum 2013 Edisi Revisi yang berlaku secara Nasional.
- Penilaian sikap KI 1 dan KI 2 sudah ditiadakan di setiap mata pelajaran hanya agama dan ppkn namun KI tetap dicantumkankan dalam penulisan RPP
- Jika ada 2 nilai praktik dalam 1 KD , maka yang diambil adalah nilai yang tertinggi. Penghitungan nilai ketrampilan dalam 1 KD ditotal (praktek, produk, portofolio) dan diambil nilai rata2. untuk pengetahuan, bobot penilaian harian, dan penilaian akhir semester itu sama.
- pendekatan scientific 5M bukanlah satu2 nya metode saat mengajar dan apabila digunakan maka susunannya tidak harus berurutan.
- Silabus kurtilas edisi revisi lebih ramping hanya 3 kolom. Yaitu KD, materi pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran.
- Perubahan terminologi ulangan harian menjadi penilaian harian, uas menjadi penilaian akhir semester untuk semester 1 dan penilaian akhir tahun untuk semester 2. Dan sudah tidak ada lagi uts, langsung ke penilaian akhir semester.
- Dalam RPP tidak perlu disebutkan nama metode pembelajaran yang digunakan dan *materi dibuat dalam bentuk lampiran berikut dengan rubrik penilaian (jika ada).
- Skala penilaian menjadi 1-100. Penilaian sikap diberikan dalam bentuk predikat dan deskripsi.
- Remedial diberikan untuk yang kurang namun sebelumnya siswa diberikan pembelajaran ulang. Nilai Remedial adalah nilai yang dicantumkan dalam hasil.
5 Juli 2015
PPM NURUL IKHLAS Kembali melakukan inovasi
Dewasa ini kemajuan dibidang teknologi sudah tidak bisa di elakkan lagi karena semua negara sudah berupaya meningkatkan sumber daya manusianya masing-masing, begitupun halnya dengan masyarakat indonesia yang sedianya juga mempersiapkan generasi-generasi multitalen menguasai berbagai bidang.
teknologi sebenarnya sangat memiliki peran penting dalam kemajuan suatu bangsa karena banyak hal yang terbantu dengan teknologi pada kali ini kita melihat salah satu kemajuan yang pesat dan di pakai oleh hampir semua negara, yaitu sarana berkomunikasi melalui media internet, dalam kehidupan sehari-hari kita tidak merasa asing lagi dengan fb, twitter, line, dan sebagainya itu semua sarana komunikasi media sosial yang sudah dipakai, kemudian itu memiliki kegunaan yang luar biasa jika benar menggunakannya jika tidak maka sebaliknya.
sistem internet mengalami perkembangan hari demi harinya seperti kita bisa rasakan dalam pekerjaan saat ini mesti sudah memiliki program yang sistemnya mennggunakan internet, baik itu dalam melakukan kinerja maupun evaluasi suatu lembaga, seperti lembaga perkantoran, lembaga hukum, maupun lembaga pendidikan hal ini juga di coba kembangkan oleh Al-akh Haris junior yang merupakan alumni Pondok Pesantren Modern Nurul Ikhlas, dan seyogyanya ucapan terima kasih kita sampaikan kepada beliau yang sudah berupaya menghimpun alumni PPMNI yang sudah ribuan menyebar di penjuru nusantara ini maupun yang sudah di luar negeri adapun bentuk dari upayanya melakukan data secara online berupa SAPP (Sistem Automasi Pondok Pesantren)
Sistem ini mencakup informasi seputar pondok pesantren dan alumni (IPANI) dengan sistem ini setidaknya sudah mempermudah alumni untuk kembali bergabung dengan PPMNI yang sudah membekali kita sehingga bisa seperti yang kita rasakan masing-masing.
untuk itu kepada seluruh rekan alumni PPMNI dimanapun berada mohon kiranya menyamapaikan informasi ini kepada segenap alumni sehingga kita bisa kembali menjalin silaturrahmi dan memajukan Pondok Pesantren Modern Nurul Ikhlas PPMNI
Wassalam....
teknologi sebenarnya sangat memiliki peran penting dalam kemajuan suatu bangsa karena banyak hal yang terbantu dengan teknologi pada kali ini kita melihat salah satu kemajuan yang pesat dan di pakai oleh hampir semua negara, yaitu sarana berkomunikasi melalui media internet, dalam kehidupan sehari-hari kita tidak merasa asing lagi dengan fb, twitter, line, dan sebagainya itu semua sarana komunikasi media sosial yang sudah dipakai, kemudian itu memiliki kegunaan yang luar biasa jika benar menggunakannya jika tidak maka sebaliknya.
sistem internet mengalami perkembangan hari demi harinya seperti kita bisa rasakan dalam pekerjaan saat ini mesti sudah memiliki program yang sistemnya mennggunakan internet, baik itu dalam melakukan kinerja maupun evaluasi suatu lembaga, seperti lembaga perkantoran, lembaga hukum, maupun lembaga pendidikan hal ini juga di coba kembangkan oleh Al-akh Haris junior yang merupakan alumni Pondok Pesantren Modern Nurul Ikhlas, dan seyogyanya ucapan terima kasih kita sampaikan kepada beliau yang sudah berupaya menghimpun alumni PPMNI yang sudah ribuan menyebar di penjuru nusantara ini maupun yang sudah di luar negeri adapun bentuk dari upayanya melakukan data secara online berupa SAPP (Sistem Automasi Pondok Pesantren)
Sistem ini mencakup informasi seputar pondok pesantren dan alumni (IPANI) dengan sistem ini setidaknya sudah mempermudah alumni untuk kembali bergabung dengan PPMNI yang sudah membekali kita sehingga bisa seperti yang kita rasakan masing-masing.
untuk itu kepada seluruh rekan alumni PPMNI dimanapun berada mohon kiranya menyamapaikan informasi ini kepada segenap alumni sehingga kita bisa kembali menjalin silaturrahmi dan memajukan Pondok Pesantren Modern Nurul Ikhlas PPMNI
Wassalam....
22 April 2015
11 Maret 2015
25 Januari 2015
3 Januari 2015
Teknik Sidang PPMNI
Secara sederhana sidang bisa diartikan sebagai pertemuan untuk
membicarakan sesuatu. Sedangkan sidang dalam organisasi adalah pertemuan formal
suatu organisasi untuk membahas masalah tertentu agar menghasilkan keputusan sebagai
sebuah kebijakan organisasi dengan mengikuti mekanisme-mekanisme dan aturan
yang jelas. Kebijakan dan keputusan dari persidangan ini akan mengikat seluruh
elemen organisasi selama belum diadakan perubahan. Keputusan yang telah
disepakati dalam persidangan sifatnya final, sehingga berlaku bagi pihak yang
setuju maupun tidak setuju, hadir atau tidak hadir dalam persidangan.
Dalam sebuah persidangan organisasi terdapat beberapa aturan atau
mekanisme yang harus dipatuhi, mekanisme-mekanisme yang dibuat dan diberlakukan
dalam sebuah persidangan bertujuan agar sidang yang dilaksanakan berjalan aman,
aspiratif, dan demokratis. Oleh karena itu aturan main sidang harus jelas dan
bisa dipahami oleh semua peserta sidang.
Sebelum membahas tentang aturan main dan teknik persidangan, kita akan
membahas terlebih dahulu tentang jenis-jenis sidang dalam organisasi. Sidang di
bagi kedalam beberapa bagian yaitu:
1) Sidang
Pleno
a) Sidang Pleno diikuti oleh seluruh peserta dan
peninjau Permusyawaratan
b) Sidang Pleno dipimpin oleh Presidium Sidang
c) Sidang Pleno biasanya dipandu oleh Steering Committee (panitia pengarah)
d) Sidang Pleno membahas dan memutuskan segala sesuatu yang berhubungan dengan Permusyawaratan
b) Sidang Pleno dipimpin oleh Presidium Sidang
c) Sidang Pleno biasanya dipandu oleh Steering Committee (panitia pengarah)
d) Sidang Pleno membahas dan memutuskan segala sesuatu yang berhubungan dengan Permusyawaratan
2) Sidang
Paripurna
a) Sidang Paripurna diikuti oleh seluruh peserta
dan peninjau Permusyawaratan
b) Sidang Paripurna dipimpin oleh Presidium Sidang
c) Sidang Paripurna mengesahkan segala ketetapan dan keputusan yang berhubungan dengan Permusyawaratan
b) Sidang Paripurna dipimpin oleh Presidium Sidang
c) Sidang Paripurna mengesahkan segala ketetapan dan keputusan yang berhubungan dengan Permusyawaratan
3) Sidang
Komisi
a) Sidang Komisi diikuti oleh anggota masing-masing
Komisi
b) Anggota masing-masing Komisi adalah peserta dan peninjau yang ditentukan oleh Sidang Pleno
c) Sidang Komisi dipimpin oleh seorang pimpinan dibantu seorang Sekretaris Sidang Komisi
d) Pimpinan Sidang Komisi dipilih dari dan oleh anggota Komisi dalam Komisi tersebut
e) Sidang Komisi membahas materi-materi yang menjadi tugas dari Komisi yang bersangkutan
b) Anggota masing-masing Komisi adalah peserta dan peninjau yang ditentukan oleh Sidang Pleno
c) Sidang Komisi dipimpin oleh seorang pimpinan dibantu seorang Sekretaris Sidang Komisi
d) Pimpinan Sidang Komisi dipilih dari dan oleh anggota Komisi dalam Komisi tersebut
e) Sidang Komisi membahas materi-materi yang menjadi tugas dari Komisi yang bersangkutan
4) Sidang
Sub Komisi
a) Sidang Sub Komisi diikuti oleh anggota
masing-masing Komisi
b) Sidang Sub Komisi adalah pembagian dari komisi yang ada untuk membahas hal yang lebih spesifik dan detail
c) Sidang sub komisi lebih terbatas dalam sidang komisi guna mematangkan materi lanjut dan ketika sidang komisi dianggap cukup, maka tidak perlu diadakan sidang sub komisi.
b) Sidang Sub Komisi adalah pembagian dari komisi yang ada untuk membahas hal yang lebih spesifik dan detail
c) Sidang sub komisi lebih terbatas dalam sidang komisi guna mematangkan materi lanjut dan ketika sidang komisi dianggap cukup, maka tidak perlu diadakan sidang sub komisi.
Perangkat sidang:
1. Peserta sidang (Quorum)
Quorum adalah syarat sahnya sidang untuk dapat
diadakan, karena tingkat quorum menunjukkan sejauh mana tingkat representasi
dari peserta sidang. Semakin tinggi jumlah quorum, semakin tinggi pula tingkat
representasi dari sidang tersebut.
2. Presidium atau pimpinan sidang
– Ketua (Presidium 1)
– Anggota (Presidium 2)
– Anggota (Presidium 3)
– Anggota (Presidium 2)
– Anggota (Presidium 3)
3. Agenda acara persidangan/materi persidangan
Meliputi bahan-bahan yang akan dibahas dalam
persidangan. Biasanya terdiri dari draft tatib, AD/ART, PPO, GBHK, dll yang
disusun sebelumnya oleh tim perumus sidang atau panitia khusus
4. Ruangan siding
5. Perlengkapan sidang
– Meja
– Kursi
– Palu sidang
– Pengeras suara
– Podium
– Laptop dan Printer
– Notulensi
– Kursi
– Palu sidang
– Pengeras suara
– Podium
– Laptop dan Printer
– Notulensi
6. Tata tertib persidangan
Syarat – syarat pimpinan sidang (normative):
1. Mempunyai pengetahuan yang luas (cerdas)
2. Memahami atau mengetahui masalah yang akan dibahas
3. Bijaksana/netral/demokratis
4. Terampil memimpin sidang
2. Memahami atau mengetahui masalah yang akan dibahas
3. Bijaksana/netral/demokratis
4. Terampil memimpin sidang
Tugas Pimpinan sidang :
1. Membuka dan menutup sidang
2. Menjelaskan dan mengatur serta mengarahkan permasalahan agar fokus
3. Membuat keputusan-keputusan
2. Menjelaskan dan mengatur serta mengarahkan permasalahan agar fokus
3. Membuat keputusan-keputusan
Etika dan Aturan persidangan :
- Disiplin
– Berbicara setelah adanya izin dari pimpinan sidang
– Interupsi/penyelaan/pemotongan pembicaraan dengan mengikuti aturan
– Saling menghormati dan menghargai antar peserta sidang
– Tidak menyinggung permasalahan Agama/Ras/Suku (dalam perdebatan)
– Kerjasama antara pihak-pihak yang terkait dengan persidangan
– Berbicara setelah adanya izin dari pimpinan sidang
– Interupsi/penyelaan/pemotongan pembicaraan dengan mengikuti aturan
– Saling menghormati dan menghargai antar peserta sidang
– Tidak menyinggung permasalahan Agama/Ras/Suku (dalam perdebatan)
– Kerjasama antara pihak-pihak yang terkait dengan persidangan
Skorsing/pemberhentian acara waktu persidangan
- Sudah memasuki waktu istirahat yang sudah
ditentukan
– Digunakan untuk lobi atau komunikasi nonformal diluar persidangan
– Untuk menghadapi keadaan darurat (chaos)
– Refreshing (ketika menghadapi situasi yang stagnant dalam persidangan)
– Digunakan untuk lobi atau komunikasi nonformal diluar persidangan
– Untuk menghadapi keadaan darurat (chaos)
– Refreshing (ketika menghadapi situasi yang stagnant dalam persidangan)
Ketukan palu sidang
1 (satu) kali ketukanü
a) Digunakan untuk perpindahan atau pergantian pimpinan sidang
b) Digunakan untuk pengesahan putusan biasa point per point dan atau bab per bab (keputusan sementara)
c) Digunakan untuk skorsing dalam waktu yang tidak terlalu lama
Contoh: (1×5 menit, 1×15 menit, dst.)
d) Memberi peringatan kepada peserta sidang agar tidak gaduh.
e) Mencabut kembali skorsing sidang yang waktunya tidak terlalu lama (biasanya skor 1X??menit, dst.) sehingga peserta sidang tidak perlu meninggalkan tempat sidang.
a) Digunakan untuk perpindahan atau pergantian pimpinan sidang
b) Digunakan untuk pengesahan putusan biasa point per point dan atau bab per bab (keputusan sementara)
c) Digunakan untuk skorsing dalam waktu yang tidak terlalu lama
Contoh: (1×5 menit, 1×15 menit, dst.)
d) Memberi peringatan kepada peserta sidang agar tidak gaduh.
e) Mencabut kembali skorsing sidang yang waktunya tidak terlalu lama (biasanya skor 1X??menit, dst.) sehingga peserta sidang tidak perlu meninggalkan tempat sidang.
2 (dua) kali ketukanü
Digunakan untuk menskorsing waktu yang cukup lama. Misalnya istirahat, lobying, sembahyang, dan makan.
Contoh: (2×5 menit, 2×15 menit, dst.)
3 (tiga) kali ketukanü
a) Membuka dan menutup acara persidangan
b) Pengesahan keputusan yang bersifat prinsipil atau pengesahan keputusan akhir secara keseluruhan dari semua hasil persidangan (konsideran)
Digunakan untuk menskorsing waktu yang cukup lama. Misalnya istirahat, lobying, sembahyang, dan makan.
Contoh: (2×5 menit, 2×15 menit, dst.)
3 (tiga) kali ketukanü
a) Membuka dan menutup acara persidangan
b) Pengesahan keputusan yang bersifat prinsipil atau pengesahan keputusan akhir secara keseluruhan dari semua hasil persidangan (konsideran)
Macam-macam interupsi :
a) Interupsi point of order (digunakan apabila interupsi yang bersifat
prinsipil)
b) Interupsi point of information (digunakan apabila ada informasi yang berhubungan dengan acara persidangan)
c) Interupsi point of clarification (digunakan apabila ada klarifikasi yang berhubungan dengan acara persidangan)
d) Interupsi point of personal privilege (digunakan untuk melakukan pembelaan yang bersifat personal/privacy).
b) Interupsi point of information (digunakan apabila ada informasi yang berhubungan dengan acara persidangan)
c) Interupsi point of clarification (digunakan apabila ada klarifikasi yang berhubungan dengan acara persidangan)
d) Interupsi point of personal privilege (digunakan untuk melakukan pembelaan yang bersifat personal/privacy).
Istilah-Istilah atau Move-Move dalam Persidangan
a) Skorsing ialah penundaan persidangan untuk
sementara waktu.
b) Lobbying ialah suatu bentuk kompromi dalam menyelesaikan perbedaan pendapat dalam pengambilan keputusan
c) Interruption atau interupsi (Memotong pembicaraan)
d) Walk out ialah keadaan tidak menyetujui dengan kesepakatan sidang karena persidangan sudah tidak relevan dengan prinsip mereka dan memilih untuk keluar dari acara persidangan
e) Kliring ialah memotong pembicaraan diatas interupsi.
f) Pending ialah memberhentikan sidang untuk sementara waktu dengan tujuan tertentu seperti istirahat, lobby, penundaan sidang
g) PK (Peninjauan kembali) ialah mekanisme yang digunakan untuk mengulang kembali pembahasan/putusan yang telah ditetapkan
b) Lobbying ialah suatu bentuk kompromi dalam menyelesaikan perbedaan pendapat dalam pengambilan keputusan
c) Interruption atau interupsi (Memotong pembicaraan)
d) Walk out ialah keadaan tidak menyetujui dengan kesepakatan sidang karena persidangan sudah tidak relevan dengan prinsip mereka dan memilih untuk keluar dari acara persidangan
e) Kliring ialah memotong pembicaraan diatas interupsi.
f) Pending ialah memberhentikan sidang untuk sementara waktu dengan tujuan tertentu seperti istirahat, lobby, penundaan sidang
g) PK (Peninjauan kembali) ialah mekanisme yang digunakan untuk mengulang kembali pembahasan/putusan yang telah ditetapkan
28 September 2014
PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari terhitung dari tanggal 25 september
s/d 29 september 2014, diselenggarankan oleh LEMBAGA PENJAMINAN MUTU
PENDIDIKAN Sumatera Barat berlangsung
di Hotel Pangeran City Padang, dalam rangka mensosialisasikan kurikulum 2013 bagi
guru-guru yang belum mendapatkan penjelasan tentang kurikulum 2013 khususnya
mata pelajaran prakarya.
Menurut penuturan Pemateri
Bapak Marzuki, S.Pd dan Bapak Suib Awrus, M.Pd kegiatan ini merupakan lanjutan dari program
yang sudah di gencarkan sebelumnya kegiatan ini di harapkan agar seluruh guru
bisa memahami apa itu kurikulum 2013,
khusunya mata pelajaran prakarya umumnya
seluruh mata pelajaran, 20 April 2014
Interpretasi Symbolik
Interpretasi
dan Simbol
Clifford Geertz (1973) mengemukakan suatu definisi kebudayaan sebagai: satu, suatu system keteraturan dari makna dan symbol-simbol. Dua, suatu pola makna-makna yang ditranmisikan secara historis yang terkandung dalam bentuk-bentuk simbolis. Tiga, suatu peralatan simbolik bagi mengontrol perilaku. Empat, oleh karena kebudayaan adalah suatu system symbol, maka proses kebudayaan harus dipahami, diterjemahkan dan diinterpretasi. Symbol-simbol yang menunjukan suatu kebudayaan adalah wahana dari konsepsi, kebudayaan yang memberikan unsure intelektual dan proses social.
Bermula Dari Antropologi Simbolik
Symbol adalah objek, kejadian, bunyi bicara atau bentuk-bentuk tertulis yang diberi makna oleh manusia. Kassirer mengekspresikan hakikat simbolik pengalaman manusia sebagai berikut: manusia tidak lagi hidup semata-mata dalam semesta fisik, manusia hidup dalam semesta simbolik. Teori simbolik mengenai kebudayaan adalah suatu modal dari manusia sebagai spesies yang menggunakan symbol. Charles Pierce, peletak dasar disiplin semiltik modern, mengidentifikasi tiga tipe tanda: satu, tanda ikonik yang mencerminkan objeknya dalam hal tertentu. Dua, tanda indeks yang secara fisik terkait dengan objeknya. Tiga symbol-simbol seperti bahasa yang berarti bagi objeknya karena ditafsirkan sedemikian melalui kesepakatan dan penggunaan. Kata-kata adalah persepsi konseptual mengenai dunia, yang terkandung dalam symbol-simbol. Victor Turner (1975) mengelompokkan antropologi simbolik menjadi dua. Pertama, kelompok yang memusatkan perhatian pada system abstrak yang meliputi ahli liguistik, strukturalis dan antropolog kognitif. Kedua, kelompok yang memusatkan perhatian pada symbol dan kelompok dinamika social. Masyarakat adalah hasil dari perilaku dan tindakan orang-orang yang saling terjalin satu sama lain yang menempati batas-batas dan konteks social yang berbeda-beda, dan kerap kali secara simultan.
Interpretivisme Simbolik Sebagai Paradigma
Interpretivisme Clifford Geertz
Antropologi humanistic adalah mentalis dalam orientasinya, yang memandang kebudayaan sebagai system gagasan nilai-nilai dan makna. Kajian ideografig adalah khusus dan didasarkan pada kasus yang sedemikian rupa dapat menangkap totalitas kehidupan dalam kompleksitas suatu masyarakat dan variasinya. Geertz menemukan makna yang didasarkan pada pandangan native sesungguhnya relative fisik, maksudnya adalah suatu pandangan yang mencerminkan proses pengetahuan diri sendiri, persepsi diri sendiri dan pemahaman diri sendiri bagi pengetahuan orang lain, persepsi orang lain dan pemahaman orang lain. Pandangan Geertz tentang antropologi sejalan dengan Heidegger dan Gadamer. Geertz menulis, “gagasan kita, nilai-nilai kita, perilaku kita, bahkan emosi kita, seperti halnya system persarafan, adalah produk kebudayaan-dibangun, di luar kecenderungan-kecenderungan kapasitas, dan diposisi yang kita miliki ketika kita dilahirkan, melainkan dibangun dan terus dibangun…..”.
Interpretivisme Simbolik Sebagai Paradigma
Interpretivisme simbolik adalah kajian mengenai istilah-istilah dasar yang dengannya kita memandang diri kita sendiri sebgaia manusia dan sebagai anggota masyarakat dan mengenai bagaimana istilah-istilah dasar ini digunakan oleh manusia untuk membangun suatu mode kehidupan bagi diri mereka sendiri. Prinsip-prinsip epistemology dari antropologi simbolik secara alamiah tergantung pada premis-premis ontologis. Asumsi-asumsi dan konsep-konsep juga diasosiasikan dengan antroplogi penduduk simbolik. Pertama, adalah konsep Victor Turner (1969) mengenai karakter symbol multivokalik atau kemampuan symbol untuk merepresentasi beberapa makna yang berbeda-beda sekaligus.
Clifford Geertz (1973) mengemukakan suatu definisi kebudayaan sebagai: satu, suatu system keteraturan dari makna dan symbol-simbol. Dua, suatu pola makna-makna yang ditranmisikan secara historis yang terkandung dalam bentuk-bentuk simbolis. Tiga, suatu peralatan simbolik bagi mengontrol perilaku. Empat, oleh karena kebudayaan adalah suatu system symbol, maka proses kebudayaan harus dipahami, diterjemahkan dan diinterpretasi. Symbol-simbol yang menunjukan suatu kebudayaan adalah wahana dari konsepsi, kebudayaan yang memberikan unsure intelektual dan proses social.
Bermula Dari Antropologi Simbolik
Symbol adalah objek, kejadian, bunyi bicara atau bentuk-bentuk tertulis yang diberi makna oleh manusia. Kassirer mengekspresikan hakikat simbolik pengalaman manusia sebagai berikut: manusia tidak lagi hidup semata-mata dalam semesta fisik, manusia hidup dalam semesta simbolik. Teori simbolik mengenai kebudayaan adalah suatu modal dari manusia sebagai spesies yang menggunakan symbol. Charles Pierce, peletak dasar disiplin semiltik modern, mengidentifikasi tiga tipe tanda: satu, tanda ikonik yang mencerminkan objeknya dalam hal tertentu. Dua, tanda indeks yang secara fisik terkait dengan objeknya. Tiga symbol-simbol seperti bahasa yang berarti bagi objeknya karena ditafsirkan sedemikian melalui kesepakatan dan penggunaan. Kata-kata adalah persepsi konseptual mengenai dunia, yang terkandung dalam symbol-simbol. Victor Turner (1975) mengelompokkan antropologi simbolik menjadi dua. Pertama, kelompok yang memusatkan perhatian pada system abstrak yang meliputi ahli liguistik, strukturalis dan antropolog kognitif. Kedua, kelompok yang memusatkan perhatian pada symbol dan kelompok dinamika social. Masyarakat adalah hasil dari perilaku dan tindakan orang-orang yang saling terjalin satu sama lain yang menempati batas-batas dan konteks social yang berbeda-beda, dan kerap kali secara simultan.
Interpretivisme Simbolik Sebagai Paradigma
Interpretivisme Clifford Geertz
Antropologi humanistic adalah mentalis dalam orientasinya, yang memandang kebudayaan sebagai system gagasan nilai-nilai dan makna. Kajian ideografig adalah khusus dan didasarkan pada kasus yang sedemikian rupa dapat menangkap totalitas kehidupan dalam kompleksitas suatu masyarakat dan variasinya. Geertz menemukan makna yang didasarkan pada pandangan native sesungguhnya relative fisik, maksudnya adalah suatu pandangan yang mencerminkan proses pengetahuan diri sendiri, persepsi diri sendiri dan pemahaman diri sendiri bagi pengetahuan orang lain, persepsi orang lain dan pemahaman orang lain. Pandangan Geertz tentang antropologi sejalan dengan Heidegger dan Gadamer. Geertz menulis, “gagasan kita, nilai-nilai kita, perilaku kita, bahkan emosi kita, seperti halnya system persarafan, adalah produk kebudayaan-dibangun, di luar kecenderungan-kecenderungan kapasitas, dan diposisi yang kita miliki ketika kita dilahirkan, melainkan dibangun dan terus dibangun…..”.
Interpretivisme Simbolik Sebagai Paradigma
Interpretivisme simbolik adalah kajian mengenai istilah-istilah dasar yang dengannya kita memandang diri kita sendiri sebgaia manusia dan sebagai anggota masyarakat dan mengenai bagaimana istilah-istilah dasar ini digunakan oleh manusia untuk membangun suatu mode kehidupan bagi diri mereka sendiri. Prinsip-prinsip epistemology dari antropologi simbolik secara alamiah tergantung pada premis-premis ontologis. Asumsi-asumsi dan konsep-konsep juga diasosiasikan dengan antroplogi penduduk simbolik. Pertama, adalah konsep Victor Turner (1969) mengenai karakter symbol multivokalik atau kemampuan symbol untuk merepresentasi beberapa makna yang berbeda-beda sekaligus.
17 Februari 2014
Kisahku
namun walaupun begitu selepas ujian akhir semester aku dapat Nilai A he he he..
selanjutnya seputar namaku ini adalah pemberian oleh ocu (mamak) sudirman yang pada saat itu bekerja di PT.RAPP sebagai Draft Man kendati nama robot panggilannya keren lho.."Elvin"
begitu aku sering dipanggil..
18 Januari 2014
Desa Segati
Desa segati merupakan sebuah desa yang berada di Kecamatan
Langgam Kabupaten Pelalawan Riau,desa segati menurut ceritanya berasal dari
nama sungai yang ada di desa segati yakni sungai “sagati” konon kata sagati
berasal dari istilah bahasa desa sagati yakni “suka hati” yang artinya bersenang hati atau bergembira. sungai sagati dahulunya sangat kaya akan jenis
ikan yang sulit ditemui pada saat ini, adapun nama ikan yang ada di sungai
segati beberapanya sebagai berikut, ikan baung (pisang,punti,pangkal), patin , silais, ubuk, toman, kaloso
(Arwana), elang,
babike, pantau,tatali, saapek, batung, salinca, kalui, tapah, ngaingge, sabaan ,barau,
meisi,salusu batang, bade, satumbuk, bocat, sigombu, tilan, tudak, buntal,dan
banyak lagi yang lainnya.
Gambar: ikan
baung dan tapah
Desa segati sangat memiliki potensi alam yang mendukung
industri terutama perkebunan sawit dan karet, mayoritas masyarakat desa segati
memiliki lahan perkebunan sawit maupun karet. Selain itu desa segati juga
mempunyai kekayaan yang bersumber dari alam seperti rotan, madu, kemenyan, buah
tempayang, dan jenis kekayaan alam lainnya, beberapa yang terkenal di antaranya adalah
madu murni, madu di desa segati adalah
madu lebah hutan yang berproduksi di pohon kompe milik masyarakat setempat
sesuai dengan kepunyaan masing masing suku-suku yang di sebut “sialang”
Gambar :
madu lebah
Desa segati sangat terbuka masyarakatnya karena menerima
pandatang dengan keterbukaan sehingga saat ini penduduk desa segati tidak hanya
masyarakat pribumi melainkan ada beragam suku yang tinggal di desa segati
seperti misalnya : suku melayu, suku salak, suku lubuk, suku pitopang, suku
minang, bahkan orang batak dan aceh pun ada.
By: Elvin melayu patobas
6 Januari 2014
PENDAKIAN MERAPI 2014
Sejak tahun 2002 saya sudah tahu bahwa di sumatera barat ada
gunung merapi, karena dari tempat saya menuntut ilmu tepatnya sekolah saya
yaitu pondok pesantren modern nurul ikhlas yang terletak di nagari panyalaian
sepuluh koto tanah datar sekolah ini di pimpin oleh KH.Riza Muhammad, Lc
Dari sekolah ini gunung merapi sangat terlihat jelas apa
lagi saat cuaca yang cerah indah sekali , ketika itu saya masih kelas 1 SMP
belum ada terlintas bagi saya untuk mendaki gunung yang setiap pagi saya lihat,
mengawali tahun 2014 saya sebenarnya tidak memiliki rencana yang matang untuk
mendaki, namun sehari sebelum tahun baru saya menerima ajakan untuk mendaki .
Al hasil ajakan itu sangat menjadi khabar gembira bagi saya
karena cita cita mendaki mulai Nampak di depan mata,
Langganan:
Postingan (Atom)
Yung Tando: Membongkar Lemari Santri (Elvinator)
Yung Tando: Membongkar Lemari Santri (Elvinator) : Kehidupan di pondokpesantren memang selalu menarik untuk diperbincangkan, banyak pengal...
-
Interpretasi dan Simbol Clifford Geertz (1973) mengemukakan suatu definisi kebudayaan sebagai: satu, suatu system keteraturan dari m...
-
Kehidupan di pondokpesantren memang selalu menarik untuk diperbincangkan, banyak pengalaman hidup yang penuh dengan lika-liku Para santr...











